Total Tayangan Halaman

Rabu, 23 Desember 2009

Doyong Juara III Kopral/Pandir Tk. Kabupaten

Anak anak jaman sekarang mungkin tidak mengenal olahraga permainan Pandir/kopral. wajar saja di teknologi digital semakin maju, tentu mereka lebih senang bermain game atau PlayStation. Namun berbeda dengan kabupaten Sragen, setalah dibentuk Federasi Olah raga Masyarakat Indonesia (FOMI) sampai ke tingkat kecamatan, olah raga yang sifatnya non prestasi ini kembali diperkenalkan kepada masyarakat, sampai pada akhirnya diadakan kompetisi antar kecamatan.
Desa Doyong yang ditunjuk mewakili kecamatan Miri sebagai peserta olahraga Pandir/Kopral ini tak tinggal diam. Berbagai persiapan pun dilakukan mulai dari latihan di lapangan ruput maupun di lapangan tanah. setelah berjuang keras mengalahkan lawan lawannya di tingkat eks kawedanan Gemolong, peserta Pandir/Kopral Desa Doyong pun lolos untuk mengikuti kejuaraan di tingkat kabupaten. Rabu pagi tanggal 16 Desember 2009 disertai dengan iringan doa masyarakat Desa Doyong yang waktu itu berada di Pasar Doyong, Tim dari desa Doyong pun berangkat dengan niat dan semangat untuk memberikan yang terabaik. Setelah menang di babak penyisihan namun Tim dari Desa Doyong yang mewakili Kecamatan miri terpaksa mengakui keunggulan dari Kecamatan Sukodono. Tapi Tim dari Desa Doyong Yang berjumlah 5 Orang ( 2 Putra dan 3 Putri ) ini tidak patah semangat, karena peluang untuk memperebutkan juara III dan IV masih terbuka lebar. Akhirnya setelah melalui babak penentuan (Long Set) Peserta Pandir / Kopral dari Desa Doyong pun berhasil merebut Juara III unggul dari Kecamatan Sragen yang hanya mendapatkan Juara IV. Amiin...!!

Rabu, 02 Desember 2009

BLOG DOYONG OFFLINE

Kebanyakan orang menganggap angka 13 merupakan angka keramat yang selalu membuat sial bagi yang mendapatkannya. Terlepas dari percaya atau tidak anggapan tersebut, yang jelas tepat pada angka tersebut kesialan telah menimpa blog desa doyong sehingga menghambat informasi bagi para bloger desa doyong.

Hari itu tanggal 13 Nopember 2009, tepatnya pukul 13.13 WIB terjadi hujan deras yang disertai dengan angin kencang di desa doyong dan sekitarnya. kejadian tersebut membuat beberapa atap rumah berserakan dan tidak sedikit pohon yang tumbang. tidak dapat dielakkan lagi angin kencang yang berputar putar selama kurang lebih 1 jam ini membuat roboh tower internet yang ada di samping kantor desa doyong. Praktis jaringan internet yang selama ini di pakai terputus. tidak tanggung tanggung, tower yang menjulang setinggi 21 Meter ini roboh menimpa bagian kecil bangunan TK Desa Doyong.  Yang menjadi parah lagi, tower tersebut menimpa jaringan listrik yang ada di sebelah nya. Pihak instansi terkait pun tak tinggal diam, evakuasi tower yang roboh pun dilakukan sejak pukul 16.30 WIB yang dilakukan oleh pihak PLN, Pemdes Desa Doyong dan PDE Kabupaten Sragen. Meskipun dalam kondisi di guyur hujan rintik rintik, akhirnya evakuasi berjalan lancar sampai pukul 19.00 WIB.

Sampai saat ini pembangunan tower masih dalam tahapan pembangunan pondasi, sehingga akses internet masih OFF selama waktu yang tidak bisa ditentuka. Ni aj upload nya dari warnet.....!!! hi hi hi  jadi sedih, Apa gara gara angka 13 ya ??? 

Selasa, 13 Oktober 2009

Dengan PNPM Desa Doyong Rehab Jalan

Minggu Pagi tanggal 4 Oktober 2009 tidak seperti biasanya bagi warga Dk. Ngempritan ( Rt. 05 desa Doyong). Kesibukan mulai tampak sekitar pukul 08.00 Pagi, sebagian warga sudah mulai aktifitasnya kerja bakti dalam rangka pembangunan jalan Ngempritan- Ngalup yang di biayai dari program PNPM Mandiri Perdesaan.
Setelah sekitar enam bulan melalui berbagai musyawarah baik di tingkat dusun ( Musyawarah Dusun / Musdus), hingga di tingkat kecamatan ( Musyawaran Antar desa/ MAD), akhirnya kegiatan yang didanai PNPM ( Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri Perdesaan berhasil terelaisasi. Sesuai dengan RAB ( Rencana Anggara Biaya), kegiatan fisik yang akan dilakukan Masyarakat Desa Doyong berupa Jalan yang menghubungkan Desa Doyong ( Ngempritan-red) hingga dk. Ngalup yang masuk wilayah Ds. Giri Margo segera selesai dalam jangka waktu 30 hari.
Jalan sepanjang kurang lebih 1,2 Km ini diharapkan mampu memberikan peranan bagi masyarakat desa Doyong dan sekitarnya. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi didukung dengan sarana infrastruktur yang memadai. Jalan yang menghubungkan kedua belah desa ini merupakan jalan menuju makam Ngalup dan jalan tembus ke desa Giri margo ( SMP N 1 Miri). disamping itu Masyarakat dapat menghemat waktu dan menghindari tanjakan curam yang ada di Dk. Pungkruk.
Tidak ketinggalan Peran serta masyarakat serta masyarakat Pungkruk, Bulu, dan Ngempritan baik berupa swadaya biaya, tenaga dan pikiran sehingga Program tersebut dapat selesai pada akhir bulan Oktober 2009 ini. Semangat Buat Warga Desa Doyong......!!

Jumat, 10 Juli 2009

Pilpres 5 Menit Untuk 5 Tahun !!!!!!

Untuk kedua kalinya rakyat Indonesia melaksanakan Pemilu Presiden (Pilpres) secara langsung. Setelah Pemilu Legisilatif bulan April lalu, Pilpres dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada hari Kamis (8/7). Melalui pesta demokrasi inilah rakyat Indonesia menentukan pemimpin bangsa selama lima tahun mendatang. Pelaksanaan Pemilu Presiden kali ini masih sama dengan sistem pada pemilu legislatif lalu yakni dengan cara mencentang. Sejak pukul 8 pagi sebagian besar warga Doyong mulai mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) di lingkungannya masing-masing untuk mengunakan hak pilihnya. Seperti yang terlihat di sebuah Tempat Pemungutan Suara (TPS) 3 Desa Doyong. Puluhan warga mendatangi kediaman Pak Harjo Sutiyo untuk menggunakan hak pilihnya. Di kediaman Pak Harjo sutiyo yang akrab di panggil Pak De Sur ini, telah dipersiapkan empat buah bilik suara dan sebuah kotak suara. Di lingkungan rumah bernuansa Jawa tersebut warga nampak tertib dan masuk satu persatu mengikuti proses pemungutan suara.
Terpisah, salah satu Panitia Pemungutan Suara (PPS), , menjelaskan setelah penghitungan suara diketahui bahwa jumlah pemilih di TPS Doyong ini sebanyak 498 orang. Pemilih yang hadir dan menggunakan suara sebanyak 498 orang, dengan suara sah sejumlah 325 dan tidak sah 15. Hasil perolehan suara di TPS ini menunjukan, pasangan Capres Mega-Prabowo unggul dengan perolehan suara 197. Berikutnya Pasangan Capres SBY- Boediono memperoleh 111 suara, dan JK-Wiranto mendapat 17 suara

Rabu, 01 Juli 2009

Wayang Kulit Mewarnai Acara Bersih Desa

Dalam rangka memperingati Bersih Dusun, Desa Doyong mengadakan acara Wayang kulit semalam suntuk. Acara tersebut sudah merupakan agenda rutin tiap 2 tahun sekali. Namun ada yang berbeda dengan bersih dusun tahun ini. Tak tanggung tanggung Panitian yang diketuai oleh Bp. Suroso bekerja sama dengan pemerintah desa mengundang Bp. Bupati Untung Wiyono.
Sejak sore masyarakat mulai memadati lokasi diselenggarakannya acara Wayang Kulit. Tepat pukul 21.00 orang nomor satu di kabupaten Sragen datang beserta rombongan dan diterima di tempat transit yang telah disediakan Panitia. Begitu banyaknya tamu undangan yang sebagian besar adalah Pejabat Pemda Sragen tersebut membuat panitia sedikit kewalahan dalam mengatur parkir. Belum lagi masyarakat yang antusias akan menyaksikan pagelaran wayang kulit. Setelah beristirahat sejenak, Bp. Bupati yang didampingi Mbak Yuni ( Putri Bp. Untung Wiyono- red ) memasuki tempat yang telah disediakan.
Tepat pukul 21.30 WIB Pagelaran Wayang Kulit dimulai dengan Ki Dalang Bp. Bupati Untung Wiyono. Riuh sorak penonton pun semakin keras ketika tokoh "limbuk dan Cangik " mulai keluar. Kesempatan ini tidak di sia siakan oleh Ibu Ibu PKK Kadus II Desa Doyong untuk unjuk kebolehan dengan paduan suaranya menyanyikan lagu " Pepeling". Tak dapat dihindari lagi tepuk tangan penonton pun kembali bergemuruh.
Setelah sekitar 3 jam mendalang, sekitar pukul 1 dinihari, Bp. Bupati Untung Wiyono pun berpamitan dengan pesan agar seluruh masyarakat Desa agar memberikan hak suara dalam arti tidak Golput dalam pelaksanaan Pilpres 8 Juli 2009. Meskipun Bp. Bupati undur diri, Pegelaran wayang kulit tidak berakhir. Pagelaran Wayang Kulit yang mengambil lakon " Wahyu Senopati " diteruskan oleh Ki Dalang Susilo "Thengkleng" dari Boyolali sampai paripurna. Dengan adanya bersih desa ini merupakan ungkapan rasa syukur warga masyarakat Desa Doyong, dengan hikmah dapat meningkatkan rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuan serta gotong royong warga desa Doyong khususnya dan seluruh warga negara Indonesia pada umumnya.

Rabu, 17 Juni 2009

Puluhan warga di Desa Doyong, Kec. Miri dipastikan telah mengambil jatah kompor dan tabung gas ukuran tiga kilogram saat dilangsungkannya penyaluran paket konversi di wilayah setempat pada tanggal 16 Juni 2009. Sore hari sekitar pukul 16.00 WIB disiarkan melalui pengeras suara masjid bahwa pemngambilan jatah kompor dan tabung gas 3 Kg dapat di ambil saat itu juga ( selasa-red). Seketika itu juga seluruh warga Desa Doyong datang ke tempat masing masing kadus yang digunakan sebagai tempat pengambilan. Meskipun banyak warga yang akan mengambil namun warga dapat bersabar dan antri dengan tertib.
Meskipun demikian ada sekitar 30 warga yang belum mendapatkan kompor dan tabung gas. Hal itu disebabkan, puluhan warga dinilai belum memenuhi persyaratan yang telah ditentukan untuk mengambil jatah seperangkat kompor dan tabung gas tersebut. Menurut Kepala Desa Doyong, warga yang belum dapat mengambil jatah kompor di desanya mencapai 30-an. Alasan utamanya, lantaran identitas diri yang dimiliki sejumlah warga seperti kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP) dianggap sudah tidak berlaku lagi. Guna menyikapi hal tersebut, pemerintah desa (Pemdes) setempat bakal memberikan toleransi kepada warga terkait untuk melengkapi persyaratan dalam tempo dua hingga tiga hari mendatang.
Ada hal yang menarik dalam pembagian kompor ini, khususnya di kadus III desa Baran. setelah mendapatkan sepernagkat kompor dan tabung gas, secara serentak seluruh warga menyalakan di pinggir jalan. hal ini sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus sebagai tindakan preventif agar warga dapat menggunakan kompor gas dengan aman dan benar.

Putra Asri Sweet 17'th Tour de Jogja

Hari minggu ketika matahari belum menampakkan sinarnya terlihat kesubukan panitia Kr Taruna Putra Asri yang akan menyelenggarakan Tuor Ke Jogja. Acara yang diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT Kr Putra Asri yang ke 17 itu sudah direncanakan 3 bulan yang lalu. Bertepatan dengan tanggal lahir Kr Taruna Putra Asri yaitu tanggal 14 Juni 2009, seluruh anggota Kr Taruna Putra asri yang sebagian besar masih berstatus sebagai anak sekolah tersebut berhasil menyelenggarakan Kegiatan tersebut tanpa alangan suatu apapun.
Di ikuti sebanyak 44 peserta yang terdiri atas anggota aktif maupun tidak aktif, dan beberapa masyarakat umum, pada pukul 06.00 WIB diberangkatkan rombongan tersebut. Tak lupa disela sela perjalanan diadakan acara potong kue sebagai ungkapan rasa syukur Kr Taruna Putra Asri yang telah berusia 17 tahun ini. Disamping itu disediakan bermacam macam Dorprize oleh panitia. Untuk mendapatkan Dorprize tersebut Penitia mempersiapkan berbagai pertanyaan yang menyangkut masalah Putra Asri untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan peserta tentang Kr. Taruna Putra Asri. Panitia mempersiapkan pertanyaan antara lain : Siapa Nama seluruh ketua yang pernah menjabat di Kr Taruna Putra Asri, Siapa Pencipta Mars Putra Asri, dan masih banyak pertanyaan yang menarik lainnya, sehingga menghidupkan suasana perjalanan Tour de Jogja tersebut.
Acara yang di bilang sukses tersebut merupakan kerja keras seluruh panitia dan anggota putra Asri tersebut selesai pada pukul 22.00 WIB. semoga dengan acara Tour de Jogja tersebut dapat menambah semangat dan kekompakan Anggota Kr Putra Asri dalam pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negara. "Happy Birthday Putra Asri"

Jumat, 05 Juni 2009

PPS DOYONG MULAI MEMBENTUK KPPS

Panitia Pemungutan Suara (PPS) di sejumlah kelurahan di Kec. Miri mulai membentuk kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres). Hampir semua anggota merupakan orang lama, yang sebelumnya telah menjadi anggota KPPS Pemilu legislatif.
Ketua PPS Desa Doyong, Drs. Suwardi M.Pd mengatakan pembentukan KPPS telah dilakukan pekan ini, kendati Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kab. Sragen memberikan batasan hingga Senin (8/6) mendatang dan pelantikan sampai tanggal 15 Juni. Anggota KPPS, jelas dia, berasal dari anggota KPPS yang sebelumnya tercatat sebagai KPPS Pemilu legislatif. ”Di Desa Doyong, jumlah TPS berkurang dari delapan TPS menjadi enam TPS. Jadi, beberapa anggota KPPS lama tidak menjadi anggota KPPS lagi. Kami lebih memilih mempertahankan orang baru, yang telah berpengalaman, pada pileg kemarin,” Jelas Pak Wardi ( Panggilan Sehari hari Drs. Suwardi M.Pd- red ) , saat rapat pembentukan KPPS, di kantor kelurahan Desa Doyong, Selasa (2/6). Pak Wardi menyebut, dengan adanya pengurangan jumlah TPS maka setiap KPPS memiliki tanggung jawab yang lebih besar dipandang dari jumlah pemilih. Untuk itu, pihaknya sengaja menempatkan anggota KPPS yang benar-benar terbukti mampu menjalankan tugas pada Pemilu legislatif April lalu. Berdasarkan data pihaknya, jumlah pemilih di Desa Doyong meningkat, dari sebanyak 2.539 pemilih pada Pemilu legislatif menjadi 2.609 pada Pilpres.
Dua ribuan pemilih tersebut terbagi dalam enam TPS. ”Karena tanggung jawabnya besar, kami pilih orang lama yang sudah pengalaman,” imbuh dia.Senada disampaikan Sekretaris PPS Desa Doyong, Danang. Menurut dia, pembentukan KPPS dilakukan setelah menerima instruksi awal pekan ini. Diharapkan Kepada para pemilih yang ada di luar kota untuk bisa menyempatkan diri menggunakan hak nya pada tanggal 8 Juli 2009 nanti. Kami tunggu Partisipasi anda....!!!

Rabu, 03 Juni 2009

PANGKAS RUMPUT LAPANGAN BOLA!!!

Kegiatan rutin yang dilakukan oleh club sepak bola Desa Doyong Cahaya FC selain latihan tiap dua hari sekali juga perawatan terhadap lapangan yang selama ini menjadi base camp bagi Tim setan Merah ini. setelah melewati musim penghujan terlihat pertumpuhan rumput yang semakin cepat, hal ini segera dijtindak lanjuti oleh pengurus Cahaya FC untuk melakukan pemangkasan rumput. sudah merupakan kegiatan rutin dimana steiap 1 tahun dianggarkan 2X biaya pemotongan rumput. berbeda dengan tahun tahun sebelumya, pemengkasan rumput kali ini tidak dikerjakan dengan sistem kerja bakti secara masal, melainkan dengan sistem borongan. hal ini terjadi karena kesadaran anggota dalam melakukan kerja bakti secara masal masih sangat kurang. dengan sistem borongan ini, pengurus Cahaya FC harus mengeluarkan dana sebesar Rp100.000,-. dana tersebut didapat dari iuran seluruh anggota dan pemain Cahaya FC dan bantuan dari Tim Sepak Bola desa Bulu. Dari iuran tersebut masih terdapat sisa yang selanjutnya di pergunakan untuk membeli tanah hurug guna menambal lokasi lokasi yang ada di lapangan yang berlubang. "VIVA CAHAYA FC "

JALAN DOYONG - BIBIS SELESAI DI COR

Jalan becek dan penuh lumpur sepanjang Desa Doyong sampai Bibis sekarang telah berganti dengan jalan cor. Proyek yang dikebut pada bulan April yang dilakukan oleh CV. Atma Jaya selaku rekanan dari DPU Sragen ini telah selesai sebelum akhir bulan april 2009. Pada tanggal 29 April 2009 sekitar pukul 20.00 WIB pekerjaan cor jalan ini selesai dengan disaksikan oleh seluruh warga desa dengan harapan dapat bermanfaat guna akses transportasi dalam rangka peningkatan pertumbuhan ekonomi di Desa Doyong. Namun demikian perlu adanya perawatan yang kontinyu agar jalan yang telah di cor tersebut tidak cepat rusak. Hal itu disampaikan oleh Kadus II dan Kadus III Desa doyong di sela sela Rapat Koordinasi Bulan April di kantor Pemerintah Desa Doyong. Akhirnya dengan kesepakatan warga dan pihak pihak terkait dilakukan pengurugan dibahu jalan. Dengan dana dari swadaya masyarakat akhirnya Urug jalan pun dapat terlaksana meskipun juga dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggu transportasi . Dengan kerjasama yang baik dengan pemerintah dan peran serta masyarakat akhirnya cor jalan yang menghubungkan Desa Doyong - Bibis pun dapat terwujud. Semoga kerjasama yang baik ini dapat dilakukan disetiap kegiatan