Total Tayangan Halaman

Rabu, 26 Mei 2010

WRSE DESA DOYONG AKAN MENDAPAT SANTUNAN

WRSE....? APA yA? Itu mungkin yang ada di benak bloger yang membacanya. WRSE adalah singkatan dari Wanita Rawan Sosial Ekonomi. Sebelumnya pada bulan April 2010 telah di data oleh pemerintah Desa Doyong. Sebanyak 25 orang yang tergabung dalam 2 kelompok WRSE Desa Doyong pada hari selasa, tanggal 27 Mei 2010 ini mendapatkan Motivasi dan Pemantapan Keluarga Binaan Sosial Kegiatan Penyantunan Kepada Wanita Rawan Sosial dan Ekonomi(WRSE). Dalam Pementapan dan Motivasi ini dihadiri oleh Pembicara dari Dinas Sosial Propinsi Jawa Tengah, Dinas Sosial Kabupaten Sragen, dan Pegawai BKK Kecamatan Miri. Dalam Acara ini di paparkan bahwa dalam bulan Juli mendatang akan mendapatkan Santunan Dana Sebesar masing masing 1 Juta rupiah yang bersifat perguliran. sehingga di harapkan dalam bulan berikutnya akan tercapai target 1 orang yang mendapat perguliran. Dalam kesempatan ini juga diadakan pelatihan memasak Kue Molen dan Pastel yang nantinya dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk mengembangkan usahanya. Enak lho Molennya!

Senin, 05 April 2010

PASTIKAN ANDA DI HITUNG

Indonesia kini sedang mempersiapkan sensus penduduk modern yang keenam yang akan diselenggarakan pada tahun 2010. Sensus-sensus penduduk sebelumnya diselenggarakan pada tahun-tahun 1961, 1971, 1980, 1990 dan 2000. Tidak mau ketinggalan Desa Doyong juga telah berbenah diri untuk pelaksanaan sensus Penduduk Tahun 2010(SP 2010). Terbukti telah dilaksanakan Pelatihan bagi Petugas Pencacah yang di dadakan di Balai Desa Doyong , yang diikuti Peserta dari berbagai Desa Diseluruh Kecamatan Miri. Untuk keperluan pencacahan ini di Desa Doyong akan dipekerjakan sekitar 6 orang pencacah yang diharapkan berasal dari wilayah setempat baik Perangkat Desa ( Bayan ), PNS Desa dan PNS Kecamtan, sehingga mengenali wilayah kerjanya secara baik. Pencacah dilatih secara intensif selama tiga hari sebelum diterjunkan ke lapangan.Dalam SP2010 akan diajukan sekitar 40 pertanyaan mengenai: kondisi dan fasilitas perumahan dan bangunan tempat tinggal, karakteristik rumah tangga dan keterangan individu anggota rumah tangga. Puncak kegiatan SP2010 berupa kegiatan pencacahan penduduk di semua wilayah geografis Indonesia secara serempak selama bulan Mei 2010 (Bulan Sensus). Pada 31 Mei 2010 akan dilakukan pembaharuan hasil pencacahan secara serempak dengan mencatat kejadian kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk yang terjadi selama Bulan Sensus dan menyisir serta mencatat penduduk yang tidak bertempat tinggal tetap (homeless). Tanggal 31 Mei 2010 merupakan Hari Sensus artinya data SP2010 yang dihasilkan merujuk pada hari sensus tersebut Bagi Warga Desa Doyong yang pada saat bulan Sensus Tidak bertempat tinggal Di Desa Doyong tentunya tidak akan dicatat dalam SP2010, Kecuali yang statusnya Kepala Keluarga yang menanggung biaya hidup keluarga yang thinggal di Desa Doyong ikut tercatat dalam SP 2010. Untuk itu bagi warga Desa Doyong yang Pada saat bulan sensus tidak berada di Desa Doyong atau bekerja di perantauan, PASTIKAN ANDA DIHITUNG dimana anda berada. Karena dipastikan anda tidak akan dihitung di Di Desa Doyong(KECUALI KEPALA KELUARGA. Sambut Petugas Pencacah dengan baik dan berikan jawaban yang sebenar benarnya....!!!

Jumat, 05 Maret 2010

Dengan Program PAMSIMAS Warga Desa Doyong tak lagi kesulitan air Bersih

sebuah pemandangan tak lazim terliahat disekitar masjid Al-hidayah Doyong. tepatnya disebelah utara-timur terdapat bangunan berwarna biru yang menjulang setinggi 9 m. Tak salah lag, bangunan tersebut adalah bak penampung ar ( reservoar ) yang dibangun dari dana APBN yang berasal dari Bank Dunia serta swadaya dari masyarakat.
memang pada tahun 2009 yang lalu desa Doyong mendapat program pamsimas yang mulai dikerjakan pada bulan Nopember 2009. Program tersebut melioputi Pembangunan sarana air minum dan sanitasi sekolah, pelatihan dan penyuluhan kesehatan masyarakat.
bak penampung air tersebut dihareapkan mampu memberikan pelasanan air bersih kepada 200 Kepala keluarga (KK ) di desa Doyong mengingat kondisi sumur tanah yang dimiliki warga di musim kemarau mengalami kekurangan debit air dan tingginya zat kapur yang terkandung, maka dengan adanya pembangunan sarana air bersih ini masyarakat banyak mendapatkan manfaatnya. Pada awal bulan Pebruari 2010 warga masyarakat sudah mulai merasakan manfaat adanya Reservoar ini, meskipun yang pasang Pam baru 70 KK. sehingga diharapkan masyarakat yang lain juga ikut memanfaatkan Air bersih untuk kebutuhan sehari hari, sehingga kualitas kesehatan masyarakat dapat ditingkatkan.

Rabu, 23 Desember 2009

Doyong Juara III Kopral/Pandir Tk. Kabupaten

Anak anak jaman sekarang mungkin tidak mengenal olahraga permainan Pandir/kopral. wajar saja di teknologi digital semakin maju, tentu mereka lebih senang bermain game atau PlayStation. Namun berbeda dengan kabupaten Sragen, setalah dibentuk Federasi Olah raga Masyarakat Indonesia (FOMI) sampai ke tingkat kecamatan, olah raga yang sifatnya non prestasi ini kembali diperkenalkan kepada masyarakat, sampai pada akhirnya diadakan kompetisi antar kecamatan.
Desa Doyong yang ditunjuk mewakili kecamatan Miri sebagai peserta olahraga Pandir/Kopral ini tak tinggal diam. Berbagai persiapan pun dilakukan mulai dari latihan di lapangan ruput maupun di lapangan tanah. setelah berjuang keras mengalahkan lawan lawannya di tingkat eks kawedanan Gemolong, peserta Pandir/Kopral Desa Doyong pun lolos untuk mengikuti kejuaraan di tingkat kabupaten. Rabu pagi tanggal 16 Desember 2009 disertai dengan iringan doa masyarakat Desa Doyong yang waktu itu berada di Pasar Doyong, Tim dari desa Doyong pun berangkat dengan niat dan semangat untuk memberikan yang terabaik. Setelah menang di babak penyisihan namun Tim dari Desa Doyong yang mewakili Kecamatan miri terpaksa mengakui keunggulan dari Kecamatan Sukodono. Tapi Tim dari Desa Doyong Yang berjumlah 5 Orang ( 2 Putra dan 3 Putri ) ini tidak patah semangat, karena peluang untuk memperebutkan juara III dan IV masih terbuka lebar. Akhirnya setelah melalui babak penentuan (Long Set) Peserta Pandir / Kopral dari Desa Doyong pun berhasil merebut Juara III unggul dari Kecamatan Sragen yang hanya mendapatkan Juara IV. Amiin...!!

Rabu, 02 Desember 2009

BLOG DOYONG OFFLINE

Kebanyakan orang menganggap angka 13 merupakan angka keramat yang selalu membuat sial bagi yang mendapatkannya. Terlepas dari percaya atau tidak anggapan tersebut, yang jelas tepat pada angka tersebut kesialan telah menimpa blog desa doyong sehingga menghambat informasi bagi para bloger desa doyong.

Hari itu tanggal 13 Nopember 2009, tepatnya pukul 13.13 WIB terjadi hujan deras yang disertai dengan angin kencang di desa doyong dan sekitarnya. kejadian tersebut membuat beberapa atap rumah berserakan dan tidak sedikit pohon yang tumbang. tidak dapat dielakkan lagi angin kencang yang berputar putar selama kurang lebih 1 jam ini membuat roboh tower internet yang ada di samping kantor desa doyong. Praktis jaringan internet yang selama ini di pakai terputus. tidak tanggung tanggung, tower yang menjulang setinggi 21 Meter ini roboh menimpa bagian kecil bangunan TK Desa Doyong.  Yang menjadi parah lagi, tower tersebut menimpa jaringan listrik yang ada di sebelah nya. Pihak instansi terkait pun tak tinggal diam, evakuasi tower yang roboh pun dilakukan sejak pukul 16.30 WIB yang dilakukan oleh pihak PLN, Pemdes Desa Doyong dan PDE Kabupaten Sragen. Meskipun dalam kondisi di guyur hujan rintik rintik, akhirnya evakuasi berjalan lancar sampai pukul 19.00 WIB.

Sampai saat ini pembangunan tower masih dalam tahapan pembangunan pondasi, sehingga akses internet masih OFF selama waktu yang tidak bisa ditentuka. Ni aj upload nya dari warnet.....!!! hi hi hi  jadi sedih, Apa gara gara angka 13 ya ??? 

Selasa, 13 Oktober 2009

Dengan PNPM Desa Doyong Rehab Jalan

Minggu Pagi tanggal 4 Oktober 2009 tidak seperti biasanya bagi warga Dk. Ngempritan ( Rt. 05 desa Doyong). Kesibukan mulai tampak sekitar pukul 08.00 Pagi, sebagian warga sudah mulai aktifitasnya kerja bakti dalam rangka pembangunan jalan Ngempritan- Ngalup yang di biayai dari program PNPM Mandiri Perdesaan.
Setelah sekitar enam bulan melalui berbagai musyawarah baik di tingkat dusun ( Musyawarah Dusun / Musdus), hingga di tingkat kecamatan ( Musyawaran Antar desa/ MAD), akhirnya kegiatan yang didanai PNPM ( Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri Perdesaan berhasil terelaisasi. Sesuai dengan RAB ( Rencana Anggara Biaya), kegiatan fisik yang akan dilakukan Masyarakat Desa Doyong berupa Jalan yang menghubungkan Desa Doyong ( Ngempritan-red) hingga dk. Ngalup yang masuk wilayah Ds. Giri Margo segera selesai dalam jangka waktu 30 hari.
Jalan sepanjang kurang lebih 1,2 Km ini diharapkan mampu memberikan peranan bagi masyarakat desa Doyong dan sekitarnya. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi didukung dengan sarana infrastruktur yang memadai. Jalan yang menghubungkan kedua belah desa ini merupakan jalan menuju makam Ngalup dan jalan tembus ke desa Giri margo ( SMP N 1 Miri). disamping itu Masyarakat dapat menghemat waktu dan menghindari tanjakan curam yang ada di Dk. Pungkruk.
Tidak ketinggalan Peran serta masyarakat serta masyarakat Pungkruk, Bulu, dan Ngempritan baik berupa swadaya biaya, tenaga dan pikiran sehingga Program tersebut dapat selesai pada akhir bulan Oktober 2009 ini. Semangat Buat Warga Desa Doyong......!!

Jumat, 10 Juli 2009

Pilpres 5 Menit Untuk 5 Tahun !!!!!!

Untuk kedua kalinya rakyat Indonesia melaksanakan Pemilu Presiden (Pilpres) secara langsung. Setelah Pemilu Legisilatif bulan April lalu, Pilpres dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada hari Kamis (8/7). Melalui pesta demokrasi inilah rakyat Indonesia menentukan pemimpin bangsa selama lima tahun mendatang. Pelaksanaan Pemilu Presiden kali ini masih sama dengan sistem pada pemilu legislatif lalu yakni dengan cara mencentang. Sejak pukul 8 pagi sebagian besar warga Doyong mulai mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) di lingkungannya masing-masing untuk mengunakan hak pilihnya. Seperti yang terlihat di sebuah Tempat Pemungutan Suara (TPS) 3 Desa Doyong. Puluhan warga mendatangi kediaman Pak Harjo Sutiyo untuk menggunakan hak pilihnya. Di kediaman Pak Harjo sutiyo yang akrab di panggil Pak De Sur ini, telah dipersiapkan empat buah bilik suara dan sebuah kotak suara. Di lingkungan rumah bernuansa Jawa tersebut warga nampak tertib dan masuk satu persatu mengikuti proses pemungutan suara.
Terpisah, salah satu Panitia Pemungutan Suara (PPS), , menjelaskan setelah penghitungan suara diketahui bahwa jumlah pemilih di TPS Doyong ini sebanyak 498 orang. Pemilih yang hadir dan menggunakan suara sebanyak 498 orang, dengan suara sah sejumlah 325 dan tidak sah 15. Hasil perolehan suara di TPS ini menunjukan, pasangan Capres Mega-Prabowo unggul dengan perolehan suara 197. Berikutnya Pasangan Capres SBY- Boediono memperoleh 111 suara, dan JK-Wiranto mendapat 17 suara

Rabu, 01 Juli 2009

Wayang Kulit Mewarnai Acara Bersih Desa

Dalam rangka memperingati Bersih Dusun, Desa Doyong mengadakan acara Wayang kulit semalam suntuk. Acara tersebut sudah merupakan agenda rutin tiap 2 tahun sekali. Namun ada yang berbeda dengan bersih dusun tahun ini. Tak tanggung tanggung Panitian yang diketuai oleh Bp. Suroso bekerja sama dengan pemerintah desa mengundang Bp. Bupati Untung Wiyono.
Sejak sore masyarakat mulai memadati lokasi diselenggarakannya acara Wayang Kulit. Tepat pukul 21.00 orang nomor satu di kabupaten Sragen datang beserta rombongan dan diterima di tempat transit yang telah disediakan Panitia. Begitu banyaknya tamu undangan yang sebagian besar adalah Pejabat Pemda Sragen tersebut membuat panitia sedikit kewalahan dalam mengatur parkir. Belum lagi masyarakat yang antusias akan menyaksikan pagelaran wayang kulit. Setelah beristirahat sejenak, Bp. Bupati yang didampingi Mbak Yuni ( Putri Bp. Untung Wiyono- red ) memasuki tempat yang telah disediakan.
Tepat pukul 21.30 WIB Pagelaran Wayang Kulit dimulai dengan Ki Dalang Bp. Bupati Untung Wiyono. Riuh sorak penonton pun semakin keras ketika tokoh "limbuk dan Cangik " mulai keluar. Kesempatan ini tidak di sia siakan oleh Ibu Ibu PKK Kadus II Desa Doyong untuk unjuk kebolehan dengan paduan suaranya menyanyikan lagu " Pepeling". Tak dapat dihindari lagi tepuk tangan penonton pun kembali bergemuruh.
Setelah sekitar 3 jam mendalang, sekitar pukul 1 dinihari, Bp. Bupati Untung Wiyono pun berpamitan dengan pesan agar seluruh masyarakat Desa agar memberikan hak suara dalam arti tidak Golput dalam pelaksanaan Pilpres 8 Juli 2009. Meskipun Bp. Bupati undur diri, Pegelaran wayang kulit tidak berakhir. Pagelaran Wayang Kulit yang mengambil lakon " Wahyu Senopati " diteruskan oleh Ki Dalang Susilo "Thengkleng" dari Boyolali sampai paripurna. Dengan adanya bersih desa ini merupakan ungkapan rasa syukur warga masyarakat Desa Doyong, dengan hikmah dapat meningkatkan rasa persaudaraan, persatuan dan kesatuan serta gotong royong warga desa Doyong khususnya dan seluruh warga negara Indonesia pada umumnya.

Rabu, 17 Juni 2009

Puluhan warga di Desa Doyong, Kec. Miri dipastikan telah mengambil jatah kompor dan tabung gas ukuran tiga kilogram saat dilangsungkannya penyaluran paket konversi di wilayah setempat pada tanggal 16 Juni 2009. Sore hari sekitar pukul 16.00 WIB disiarkan melalui pengeras suara masjid bahwa pemngambilan jatah kompor dan tabung gas 3 Kg dapat di ambil saat itu juga ( selasa-red). Seketika itu juga seluruh warga Desa Doyong datang ke tempat masing masing kadus yang digunakan sebagai tempat pengambilan. Meskipun banyak warga yang akan mengambil namun warga dapat bersabar dan antri dengan tertib.
Meskipun demikian ada sekitar 30 warga yang belum mendapatkan kompor dan tabung gas. Hal itu disebabkan, puluhan warga dinilai belum memenuhi persyaratan yang telah ditentukan untuk mengambil jatah seperangkat kompor dan tabung gas tersebut. Menurut Kepala Desa Doyong, warga yang belum dapat mengambil jatah kompor di desanya mencapai 30-an. Alasan utamanya, lantaran identitas diri yang dimiliki sejumlah warga seperti kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP) dianggap sudah tidak berlaku lagi. Guna menyikapi hal tersebut, pemerintah desa (Pemdes) setempat bakal memberikan toleransi kepada warga terkait untuk melengkapi persyaratan dalam tempo dua hingga tiga hari mendatang.
Ada hal yang menarik dalam pembagian kompor ini, khususnya di kadus III desa Baran. setelah mendapatkan sepernagkat kompor dan tabung gas, secara serentak seluruh warga menyalakan di pinggir jalan. hal ini sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus sebagai tindakan preventif agar warga dapat menggunakan kompor gas dengan aman dan benar.

Putra Asri Sweet 17'th Tour de Jogja

Hari minggu ketika matahari belum menampakkan sinarnya terlihat kesubukan panitia Kr Taruna Putra Asri yang akan menyelenggarakan Tuor Ke Jogja. Acara yang diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT Kr Putra Asri yang ke 17 itu sudah direncanakan 3 bulan yang lalu. Bertepatan dengan tanggal lahir Kr Taruna Putra Asri yaitu tanggal 14 Juni 2009, seluruh anggota Kr Taruna Putra asri yang sebagian besar masih berstatus sebagai anak sekolah tersebut berhasil menyelenggarakan Kegiatan tersebut tanpa alangan suatu apapun.
Di ikuti sebanyak 44 peserta yang terdiri atas anggota aktif maupun tidak aktif, dan beberapa masyarakat umum, pada pukul 06.00 WIB diberangkatkan rombongan tersebut. Tak lupa disela sela perjalanan diadakan acara potong kue sebagai ungkapan rasa syukur Kr Taruna Putra Asri yang telah berusia 17 tahun ini. Disamping itu disediakan bermacam macam Dorprize oleh panitia. Untuk mendapatkan Dorprize tersebut Penitia mempersiapkan berbagai pertanyaan yang menyangkut masalah Putra Asri untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan peserta tentang Kr. Taruna Putra Asri. Panitia mempersiapkan pertanyaan antara lain : Siapa Nama seluruh ketua yang pernah menjabat di Kr Taruna Putra Asri, Siapa Pencipta Mars Putra Asri, dan masih banyak pertanyaan yang menarik lainnya, sehingga menghidupkan suasana perjalanan Tour de Jogja tersebut.
Acara yang di bilang sukses tersebut merupakan kerja keras seluruh panitia dan anggota putra Asri tersebut selesai pada pukul 22.00 WIB. semoga dengan acara Tour de Jogja tersebut dapat menambah semangat dan kekompakan Anggota Kr Putra Asri dalam pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negara. "Happy Birthday Putra Asri"